Di bawah langit pagi yang teduh, Pengadilan Agama Karanganyar menggelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-117 pada Selasa, 20 Mei 2025. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, upacara ini menjadi ruang kontemplatif bagi seluruh aparatur untuk merenungi makna kebangkitan sebagai kekuatan moral dan spiritual bangsa.
Mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”, Ketua Pengadilan Agama Karanganyar, Muadz Junizar, S. Ag., M.H., dalam amanatnya mengajak seluruh peserta untuk memahami kebangkitan bukan hanya sebagai sejarah yang diperingati, melainkan sebagai proses yang terus berlangsung — kebangkitan dari apatisme menuju kepedulian, dari kepentingan pribadi menuju semangat kolektif, dari rutinitas menuju pengabdian bermakna. “Integritas bukan hanya soal kejujuran dalam bekerja, tetapi tentang menyatukan nilai-nilai keadilan dalam setiap keputusan, dalam setiap pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya dengan tegas dan penuh makna. Filosofi kebangkitan, dalam konteks lembaga peradilan, adalah perjalanan panjang menuju kesempurnaan pelayanan dan kepercayaan publik. Di sinilah pentingnya membangun sinergi yang kokoh — antara nilai, tugas, dan niat yang tulus.
Tampak seluruh pegawai mengikuti upacara dengan khidmat, mengenakan seragam Korpri sebagai simbol pengabdian negara. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan forum koordinasi internal sebagai wujud konsolidasi batin dan pikiran dalam menjaga harmoni lembaga.Di balik formalitas acara, tersimpan satu pesan mendalam: bahwa kebangkitan bangsa tidak akan pernah terwujud tanpa kebangkitan nurani tiap individu. Dan dari lembaga-lembaga seperti Pengadilan Agama Karanganyar inilah, cahaya integritas itu terus dijaga dan dinyalakan.
Hari Kebangkitan Nasional adalah napas panjang sejarah, dan Pengadilan Agama Karanganyar memilih untuk tidak hanya menghirupnya, tetapi menghayatinya—dalam kerja, dalam pelayanan, dalam dedikasi yang tak henti.